Senin, 30 Oktober 2017

Kali Pertama Naik Kereta

Perjalanan pertama saya menggunakan kereta api dimulai di pulau Sumatra. Saat itu tahun 1983, jadi ketika saya masih berumur 4 tahun (duh...jadi ketahuan deh umurnya).

Saya pergi bersama bapak dan dua orang sepupu. Kami naik kereta pagi hari dari Stasiun Tanjung Karang, Bandar Lampung menuju kota Baturaja di Sumatra Selatan hendak menengok paklik (ayah dari dua sepupu saya tersebut) yang sedang berdinas di sana.

Tidak banyak yang saya ingat dari perjalanan pertama tersebut selain kereta yang kami tumpangi melewati kawasan hutan Sumatra dengan pepohonan yang rapat di kanan kiri rel serta hidangan mie bakso dari restorasi kereta. Keretanya kelas ekonomi dengan kursi berhadapan dan sandaran tegak.

Di belakang rumah dinas paklik di Baturaja, masih terdapat hutan yang di dalamnya banyak pohon durian. Kata orang, durian yang paling enak adalah buah yang jatuh sendiri dari pohonnya, sering disebut dengan istilah durian runtuh. Peristiwa durian runtuh tersebut biasanya terjadi saat tengah malam sampai menjelang subuh.

Jadi, selama di sana, salah satu hiburan kami adalah berburu durian runtuh. Tengah malam, berselimut sarung, sambil membawa senter dan berbekal termos berisi kopi panas serta beberapa potong singkong rebus, kami nyanggong di sekitar pohon durian.

Ketika ada bunyi krasak....krasak...blug, tanda buah durian menyentuh permukaan tanah, seketika akan terlihat beberapa orang berlarian sambil menyorotkan lampu senter ke tempat yang diperkirakan jadi lokasi jatuhnya durian.

Ya, bukan hanya kami yang ada di sana. Pasti banyak orang lain yang ingin makan durian runtuh, apalagi gratisan hahaha.....

Pokoknya berlaku hukum siapa cepat dapat.

Waktu pulang ke Tanjung Karang, kami kembali naik kereta sambil menenteng oleh-oleh buah durian.

Perjalanan yang singkat, tapi membuat saya cinta kereta api.